Tanggung Jawab Baru

Tanggung Jawab Baru

Hari ini seperti biasa bangun pagi buat ngeluarin Ocha dari kandangnya lalu sarapan sembari nonton berita. Lumayan excited karena berita hari ini dipenuhi oleh berita-berita hasil pemilihan gubernur DKI Jakarta yang diselenggarakan kemarin (20/09/12). Yak, dan hasil dari quick count menyatakan cagub-cawagub dengan nomor urut 3 (Jokowi-Basuki) memenangkan pemilihan versi quick count LSI 53.81% dengan perolehan mengalahkan pesaingnya dengan nomor urut 1 (Foke-Nara) dengan perolehan 46.19%. Ternyata sang “pendatang” dapat meruntuhkan tahta sang incumbent walaupun tokoh dan cara berpolitik sang “pendatang” sangat fenomenal namun suara yang dihasilkan tidak begitu jauh cuma selisih 7%. Hmm, perjuangan Pak Jokowi memang pantas diacungi empat jempol :D.

Usai update berita, saya menerima sms dari Juni kalau hari ini kita (Saya dan Juni) akan ke Denpasar. What? okey, tapi mobil masing-masing sudah dibawa ke kantor oleh Ibu dan Bapak. Naik motor aja kali ya….. dan Juni mengiyakan. Masalah lainnya, kami masih terbentur kegiatan di kantor. Kalo gini kondisinya sih harus mengedepankan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi 😕 Okey, kita harus profesional! Jadi kesepakatannya, kalau masalah di kantor sudah beres, kita bisa berangkat. Kalo belum, ya terpaksa batal lagi :(.

Selanjutnya saya mandi dan bergegas ke kantor karena saya ada tugas/janji membimbing mahasiswa prakerin. Karena pukul menunjukkan jam 10 kurang 15 (padahal saya janji jam 10), saya terpaksa mengirimkan sms kepada mahasiswa untuk diundur jam 11. Sebelum mandi, saya “ditodong” oleh Bu Tukang (adalah orang yang bekerja merehab rumah kami) untuk membeli beberapa bahan bangunan. Karena ortu tidak ada yang menitipkan uang, so, Cak… 200rb! :(.

Oke, kayanya sudah bisa berangkat ke kantor nih…. Panaskan motor, sembahyang lalu ngacir…!! Eit, tunggu dulu, notification tablet saya berbunyi. Dafuk!! hari ini jadwal bayar listrik, air dan telefon!! juga bayar wisuda Wardhana (adik angkat saya yang saya ajak semenjak dia masih berumur 3 tahun) ke PPLP PANSOPHIA Singaraja. Yes, itu tanggung jawab baru saya!

Sampai di PPLP, saya bayar wisuda dengan normal, namun ketika saya hendak beranjak meninggalkan PPLP, saya dipanggil oleh Ibu Astri seorang pejabat urusan kemahasiswaan di sana. Ada yang perlu dibicarakan masalah Wardana. Sudah kuduga, memang adik saya satu itu belum mengerti benar tentang semua kepedulian yang kami berikan selama kurang lebih 16 tahun kami merawatnya sehingga ia masih saja “bertingkah” diluar. Intinya, Ibu Astri menasehati agar kami melakukan pendekatan kepadanya untuk melengkapi laporan kedua sebagai syarat melakukan wisuda.

bayar wisuda beres, kemudian bayar tagihan listrik, air dan telefon. Tempat membayar tagihan air, listrik dan telefon di Singaraja sebenarnya sudah banyak yang menyediakan layanan terintegrasi. Artinya, tagihan tersebut dapat dibayar di satu tempat. Salah satunya adalah KOPEGTEL yang bertempat di Jalan gadjah Mada Singaraja (di sebelah selatan Kantor Pos). Air dan telefon done! Listriknya? “Gangguan mas…”, kata pegawai di sana. Dafuk! Ok ga apa-apa. Langsung saja saya ke kantor. Di kantor, kerjaan udah nunggu. Saya sempat cek tagihan listrik di internet dan ternyata di internet sudah banyak layanan untuk cek tagihan kecuali tagihan air. Salah satunya di http://www.ceebydith.com/cek_tagihan.html saya cek di sana ternyta saldo atm saya masih mampu untuk membayar tagihan tersebut. Kalau begitu, nanti selepas pulang kantor aja saya bayar di ATM.

Mungkin itu beberapa tanggung jawab baru saya selepas menamatkan diri dan bekerja di rumah menggantikan pekerjaan orang tua yang biasanya Ibu saya yang melakukan pekerjaan tersebut. It’s very impotant thing dalam rangka perjalan saya menuju kekonsistenan dan profesionalisme meski masih dalam taraf simple/sederhana :)