Mocha Yang Malang

Mocha Yang Malang

Kurang lebih pukul 16.00, tidur siang sejenak karena seharian dihadapkan dengan aktifitas hoby yang sangat menyita waktu dan tenaga, yup, ngoprek tabby. Sejam kemudian, masih enak-enaknya berdekapan dengan guling tiba-tiba handphone berbunyi dan itu berasal dari kanjeng mami, juni, dengan mengabarkan berita yang kurang dapat diterima di hati. Ariel, anak mocha kembali diterkam neneknya, becky.

Ya, mereka adalah peliharaan kami yang kami rawat, tepatnya mami yang ngerawat, semenjak 2009. Mocha adalah anjing jenis mini pomerinian campuran non stambum. Ceritanya panjang dalam merawat dan membesarkan mocha. Mocha yang kami sering panggil ocha atau mbota sedari kecil sangat menderita. Ia hampir mati karena kelalaian kami dalam merawat. Minimnya pengetahuan kami dalam merawat anjing, terutama anjing ras, membuat ocha hampir meregang nyawa. Mungkin nanti akan saya bahas mengenai anjing peliharaan kesayangan kami ini.

mocha@2010

Setelah menerima telfon, saya merasa jengkel ngga tau kenapa. Mungkin karena semua adalah keputusan kanjeng mami dan ini adalah konsekuensi dan merupakan tanggung jawab sepenuhnya kanjeng mami. Saya otomatis ga perlu ikut campur masalah ini. Namun karena sayangnya saya kepada ocha akhirnya saya berusaha bersabar demi kebaikan semua. Ocha pun dibawa kerumah dengan harapan ocha sementara dipisah dengan becky agar hal tersebut terulang pada anaknya yang nomor 3, satu-satunya yang tersisa saat ini. Pada awalnya ocha melahirkan 3 anak. Kedua anaknya diterkam becky.

Mungkin ada pelajaran dibalik kejadian ini yang sifatnya positif. Pertama, mungkin dengan matinya ariel, ia mendapat kehidupan yang lebih layak. Kedua, karena semenjak awal anak ocha akan dijual, kalau seandainya ariel tidak mati, mungkin akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap calon pembeli ariel dan *oh_iya nama anak satunya yang masih hidup adalah, Luna. Hari ini, luna dan ocha menginap di rumah saya. Will see tomorrow, mudah-mudahan mereka betah di sini.

Mocha@2015

Mudah-mudahan mood saya untuk nulis terus konsisten. Ingin rasanya menuliskan cerita saat bersama dengan ocha. banyak kenangan-kenangan bersama anak-anaknya terdahulu. Karena ocha kami pelihara sejak masih berumur sekitar 3 bulanan. Okey, tunggu aja postingan saya selanjutnya. Malam ini harus tidur lebih awal. besok pagi jam 08.30 akan berangkat ke Denpasar menjenguk ibunda dari kanjeng mami yang akan menjalankan kemotherapynya yang ke-tiga. Kenapa ibunda kanjeng mami dikemo? nanti juga akan saya bahas.