Kriteria Dosen Idaman Mahasiswa Tingkat Akhir

Kriteria Dosen Idaman Mahasiswa Tingkat Akhir

Buat mahasiswa semester akhir atau yang mau udahan kuliahnya, pasti istilah Dosen Pembimbing (biasa disebut Dosbing) terdengar gak asing lagi dong. Dosen pembimbing ini adalah salah satu faktor dibalik mulus nggak mulusnya Skripsian atau Tugas Akhir. Makin mudah ditemuin, semakin lancar tapi semakin Dosbing susah ditemuin, yang ada malah semakin bete dan ujung-ujungnya skripsi/tugas akhir terbengkalai.

Menurut kawan kaskuser ada beberapa kriteria yang harus dimiliki dosbing supaya dapat gelar ‘Dosbing Of The Year’ . Berikut kita paparkan satu-satu:

1. Gampang Ditemuin

Buat mahasiswa baru alias maba, dosen pergi ke luar kota atau ke luar negeri pasti sesuatu anugerah banget. Soalnya dengan gak ada dosen pasti para maba bisa tidur-tiduran di rumah atau jalan bareng temen-temen dan ngeluapain segala tetek bengek yang berhubungan sama kuliah. Tapi hal serupa nggak berlaku buat mahasiswa semester akhir. Kalau si dosbing udah ke luar kota atau ke luar negeri dalam jangka waktu lama, alhasil nggak bakal bisa bimbingan. Dan kalau nggak bimbingan-bimbingan juga skripsi atau tugas akhir bakalan berakhir kayak sinetron Cinta Fitri: Lama Kelarnya.

2. Perhatian

Siapa bilang perhatian yang paling ditunggu itu cuma dari pacar doang? Buat para mahiswa akhir, perhatian pacar itu nomer dua, yang penting perhatian dari dosbing. Dosbing yang perhatian itu adalah dosbing yang selalu sms “Kapan mau bimbingan ? Saya tunggu ya…” atau “Sudah sampai bab berapa? Kalau kesulitian temui saya saja…” walau kadang kita malu sendiri karena suka berasa kayak ditegor gitu¬†

3. Pinter Ngasih Referensi

Bab II emang salah satu yang paling susah dikerjain. Karena biasanya bab ini urusannya sama buku-buku atau situs yang jadi referensi buat skripsi atau tugas akhir kita. Nah, kadang ada dosbing yang suka bilang “Kamu cari sendri aja ya?” Yang kayak gini kadang kalau nggak sabar pengen rasanya di¬†Tapi karena dia dosbing, jadi yah kita (baca: para mahasiswa akhir korban skripsi/tugas akhir) cuma bisa pasrah. Ada tapinya lagi, kadang gak semua dosbing ‘sepasrah’ itu. Ada juga dosbing yang tanpa diminta ngasih tahu buku apa aja yang harus dibaca buat bab II, bahkan ada yang sampai bikin listnya. Salut deh dosbing yang kayak gitu. Nikah-able banget.

4. Jarang Ngasih Revisi

Revisi kadang perlu biar kita tahu mana aja yang salah. Tapi kebanyakan revisi kadang bikin si mahasiswanya jadi males ngerjain skripsi/tugas akhir. Apalagi kalau udah print banyak-banyak. Eh se-enak jidatnya dosbing nyoret-nyoret itu kertas. Mending kalau satu. lah ini semua ? Gak go green banget.

5. Tampang Mempesona

Nah ini nih emang kunci utama yang bikin dosbing selalu teringat terus di kepala mahasiswanya. Dosbing yang ganteng/cantik kayak semacam suplemen khusus yang bisa bikin skripsi/tugas akhir selancar jalan tol. Coba kalau dosbingnya secantik Asmirandah atau seganteng Edward Cullen pasti para mahasiswa/mahasiswi jadi rajin bimbingan.

Sumber