Harus Profesional

Harus Profesional

Hari ini seharusnya kami (Saya dan Juni) berangkat ke Denpasar sesuai rencana kami kemarin. Namun karena waktu kami sama-sama tidak bisa ditoleransi. Saya sendiri ingin kami berangkat pukul 08.30 supaya pulang dari Denpasar ngga kemaleman. Sedangkan Juni ingin berangkat pukul 10.00 sehingga Juni memutuskan untuk membatalkan rencana ini. So bad decision for me karena cuma karena hal tersebut kita batal berangkat. Semestinya alasan Dia memilih berangkat pukul 10 haruslah jelas. Akan tetapi alasannya cuma ingin beres-beres dulu di rumah. Itu kan bisa dilakukan awal hari secara Dia sudah terbiasa bangun pagi. Bangun kek jam 5 pagi langsung beberes, bisa kan?? šŸ˜•

*tarik_nafas.

Ini sudah sangat sering terjadi. Perdebatan yang panjang tidak sesuai dengan masalah yang didebatkan. Sungguh tindakan yang buang-buang energi secara percuma. Daripada bahas ini terus, tensi saya bisa naik nih… Okey, kita alihkan pembicaraan.

Tadi pagi saya bangun cukup awal. Teriakan Ocha membangunkanku. Pagi-pagi Ocha musti dikeluarkan dari kandangnya supaya bisa membuang seluruh sisa pencernaan dari perutnya. Langsung aja saya beranjak dari hangatnya kasur. Saya lepas dia di halaman. Seperti biasa, Ibu ngomel-ngomel karena Ocha buang hajatnya di dapur :D :D. Kalo dilepas di luar kadang Ocha bisa kejar-kejaran dengan ayam. Memang jenis pomeranian sangat suka “berinteraksi” dengan ayam :D. Sedangkan Ocha ngga mau berak di halaman karena memang halaman rumah kami sempit dan saat ini rumah kami masih di rehab (sudah setahun lebih :???:).

Setelah itu saya langsung sarapan, mandi dan bergegas ke Kantor. Iya, karena acara kami sudah batal mau tidak mau saya harus ngantor. Di kantor sepeti biasa saya mengecek tugas yang saya berikan kepada mahasiswa. Kemudian saya teringat bahwa banyak mahasiswa mengalami kesulitan dalam proses upload tugas, padahal saya sudah memberikan panduan untuk langkah-langkah uploading file sekaligus proteksi filenya. Kalau begini ceritanya saya harus memberikan langkah-langkah dengan manggunakan screen recorder supaya lebih jelas. Saya menggunakan fasilitas dari Google yaitu Google Drive. Kenapa saya gunakan Google Drive? nanti akan saya bahas di postingan selanjutnya.

Komputer kantor saya isikan dua OS yaitu Ubuntu 12.04 dan Windows 7. Pertama saya gunakan Ubuntu untuk membuat file video yang isinya step-step upload dan proteksi file di Google Drive. Namun, software daru ubuntu menghasilkan file video dengan kualitas sangat buruk. entah di mana salahanya, mungkin driver grafik di Ubuntu masih belum compatible. Saya beralih menggunakan Windows 7. Ini gunanya dual boot :D. Baru mau buka file pdf, eh si Adobe Reader-nya error. Dafuk!. Ok, install Foxit Reader aja :???:.

Setelah itu, perjuangan belum berakhir. Sedari tadi saya mencari aplikasi untuk rekam layar. Butuh perjuangan untuk memilih dan memilah aplikasi yang paling praktis. Akhirnya terpilihlah aplikasi BB FlashBack Express untuk rekam layar dan aplikasi HandBrake untuk konversi file karena hasil dari rekam layar berbentuk .avi yang ukuran filenya sangat besar. Kurang lebih 200mb. HandBrake dapat mengkonversinya ke tipe .mkv di mana tipe tersebut memiliki ukuran file hanya sekitar 5mb dan Google Drive dapat membaca tipe file .mkv tersebut :).

Setelah selesai buat file tutorial, saatnya saya distribusikan ke mahasiswa. Tapi, sekali lagi, Dafuk! Pulsa saya habis! Dafuk se dafuk-dafuknya!! Ok, cooling down. Saya buat aja sms di draft. Nanti sewaktu pulang beli pulsa dan tinggal kirim.

Pelajaran hari ini, tetap bersabar, fokus pada kerjaan, meskipunĀ banyak hal di luar dugaan kita yang mengakibatkan terganggunya mood kita. Mood dibuang jauh-jauh saat kita berhadapan dengan yang namanya pekerjaanĀ apalagi pekerjaan yang profesional :).